

Center for Civic Education - Indonesia (CCEI) merupakan perpanjangan tangan dari Center for Civic Education , lembaga non-profit, yang berkedudukan di Calabasas, California, Amerika Serikat. Lembaga yang telah berpengalaman selama 30 tahun di hampir 40 negara ini telah mengembangkan suatu inovasi di bidang pendidikan PPKn dimana kegiatan pembelajaran terpusat pada siswa-siswi. Lebih lanjut lagi Lembaga ini bertujuan untuk mendorong berkembangnya kehidupan berwarganegara yang berwawasan, memiliki rasa turut berpartisipasi yang bertanggungjawab, yang dilakukan oleh tiap-tiap warganegara. Dana kegiatan Center for Civic Education Indonesia berasal dari Departemen Pendidikan dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
1. Program Praktik Belajar Kewarganegaraan " Kami Bangsa Indonesia"
Model pembelajaran yang digunakan oleh CCEI sangat sederhana dan terbukti telah berhasil di banyak propinsi di Indonesia. Dalam mengembangkan kegiatan-kegiatannya, lima orang staff CCEI yang berkedudukan di Jakarta (tiga orang staff full time dan dua orang part time) dibantu oleh tiga orang koordinator di masing-masing propinsi. Tiga orang yang tergabung dalam tim koordinator propinsi tersebut antara lain berasal dari lingkungan sekolah (guru PPKn), lingkungan universitas (dosen PPKn), dan lingkungan Dinas Pendidikan Propinsi (pengawas sekolah). Para koordinator kegiatan yang berada di 12 propinsi telah dilatih oleh para pelatih baik yang berasal dari Amerika maupun Indonesia. Para pelatih dari Indonesia telah berhasil membuat dan mempraktekkan suatu program percobaan di Bandung. Sejak itu, para koordinator propinsi bekerja keras melatih trainer-trainer baru di propinsi-propinsi lainnya serta ribuan guru di seluruh penjuru Indonesia. Atas dukungan dan kerjasama Universitas, para koordinator yang juga dosen di beberapa universitas negeri di Indonesia telah melatih mahasiswa-mahasiswa mereka yang juga merupakan calon guru. Beberapa Kantor Dinas tingkat propinsi juga ikut memberikan dukungan serta kerjasama mereka dengan mengadakan pelatihan guru-guru PPKn yang berada dalam wilayah mereka.

Dua lembaga Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah juga telah bekerjasama dengan CCEI dalam mengadakan pelatihan untuk guru-guru yang berada dibawah naungan lembaga mereka. Guru-guru yang terpilih ini mendapatkan pelatihan secara intensif selama tiga hari dimana mereka berusaha untuk menyelesaikan suatu proyek siswa dalam skala kecil. Walaupun sebelumnya guru-guru tersebut merasa pesimis terhadap kemungkinan penerapan program ini di sekolah masing-masing namun pada akhirnya mereka malah menjadi pendukung yang terbesar. Mereka sangat bersemangat dalam mencoba menerapkan program ini dikelas. Metodologi pembelajaran yang terpusat pada siswa yang dikembangkan dalam program ini menciptakan suatu situasi dimana peran guru hanyalah sebagai pembimbing dan pengarah sedangkan yang memegang peran aktif adalah siswa. Dalam laporan penerapan program “ Kami Bangsa Indonesia” , para guru menyatakan bahwa siswa-siswi mereka menjadi lebih menaruh rasa hormat kepada guru-guru mereka. Mereka juga menemukan bahwa para siswa ternyata mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikir akan dapat mereka lakukan. Dalam program ini para siswa terlibat dalam proses dimana mereka belajar apa itu kebijakan publik, bagaimana mereka mengidentifikasikan kebijakan publik yang berpengaruh terhadap diri mereka dan kemudian bekerja setahap demi setahap untuk dapat mengusulkan suatu kebijakan baru. Para siswa juga belajar bagaimana mewawancarai para pemimpin masyarakat, mengunjungi kantor-kantor pemerintahan dan berdiskusi dengan para pemuka agama sehubungan dengan masalah moral yang ada dalam suatu kebijakan. Para siswa juga dibekali bagaimana cara memperbaiki masyarakat dan belajar bahwa mereka tidak dapat langsung memecahkan suatu permasalahan begitu saja tetapi harus melalui beberapa langkah terlebih dahulu.
Contoh dari beberapa proyek yang dikerjakan oleh siswa-siswi di beberapa daerah di Indonesia :
- Papua : Membuat suatu program pendidikan disekolah mengenai bahaya HIV-AIDS
-Yogyakarta : Mendesak pemerintah kota untuk berperan aktif dalam mendampingi
Anak-anak jalanan
-Manado : Memperingatkan siswa akan bahaya minuman keras


Selain kegiatan-kegiatan diatas, CCEI bekerjasama dengan beberapa institusi lainnya telah dan akan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
2. Program Kepemimpinan Pemuda Indonesia
CCEI bekerjasama dengan Legacy International akan megadakan program pertukaran pelajar dimana 40 orang murid dan guru sekolah menengah atas berkunjung ke Amerika Serikat selama satu bulan (setiap bulan Juli). Para siswa tersebut belajar mengenai kepemimpinan dan pendidikan kewarganegaraan serta untuk belajar lebih lanjut mengenai negara Amerika Serikat, orang-orang nya (para penduduknya) dan juga mengenai Islam di Amerika. CCEI mengurus segala keperluan program tersebut selama berada di Indonesia termasuk didalamnya rekruitmen sekolah, penyeleksian siswa serta program orientasi peserta.
3. Program Pemuka Masyarakat dan Administrator Sekolah
CCEI bekerja sama dengan Heartland International yang berpusat di Chicago, pada tahun 2006 akan menangani semua hal yang berhubungan dengan program kunjungan para pemimpin sekolah dan pemuka masyarakat ke Amerika Serikat selama mereka berada di Indonesia. Para pemimpin daerah, seperti kyai, pengajar sekolah Katolik, dan para kepala sekolah, akan mengunjungi Amerika Serikat selama 1 bulan. Selama disana mereka akan tinggal bersama keluarga Amerika, dan mengamati sistim pendidikan A, pendidikan kewargnegaraan, dan kebudayaan merika Serikatsecara umum.
4. Program Informasi dan Kebudayaan, LINC
CCEI bekerja sama dengan Legacy International , yayasan non profit yang berpusat di selatan Virginia, dimana mayoritas staff mereka adalah warga negara Amerika yang beragama Islam akan menangani semua hal yang berhubungan dengan program pertukaran pemuda pemudi dari Indonesia dan Amerika Serikat selama mereka berada di Indonesia. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, para pemuda pemudi dari Amerika Serikat akan mengunjungi Indonesia untuk menyukseskan program pertukaran yang akan dimulai dengan kunjungan pemuda Indonesia dari Sumatra Barat, Yogyakarta dan Lombok ke Amerika Serikat.
|